Musrenbang Anak Tahun 2018 Mengagas Masa Depan Anak Bone

Di sela penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kabupaten Bone di Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) juga menyelenggarakan Musrenbang Anak Tingkat Kabupaten Bone Tahun 2018 sebagai wadah bagi anak-anak bone untuk berpartisipasi secara aktif mewujudkan Kabupaten Bone menjadi kabupaten layak anak. Selain itu, forum musrenbang anak ini tujuan untuk menjaring aspirasi anak bone mengenai kebutuhan, keinginan anak serta aspek perlindungan anak yang akan diintegrasikan dengan program prioritas masing-masing Perangkat Daerah terkait untuk dibahas dalam forum reguler Perangkat Daerah tiap tahunnya.

Penyelenggaraan Musrenbang anak ini merupakan amanah dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 3 Tahun 2011 tentang partisipasi anak dalam pembangunan dan Permen No. 12 Tahun 2015 tentang panduan partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan. Kegiatan ini berlangsung 2 (dua) hari dari tanggal 17 s/d 18 Februari 2018 bertempat di Wisma Tirta Kencana dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang terdiri dari perwakilan forum anak kabupaten dan forum anak kecamatan yang tersebar di 24 kecamatan, kelompok penyandang disabilitas dan pesantren biru.

Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Drs. H. Abu Bakar, MM yang membuka acara ini menyampaikan bahwa Penduduk Kabupaten Bone yang masuk kategori anak (Usia 0-18 tahun) sebesar 255.973 jiwa atau 29% dari total jumlah penduduk. Indikasi ini menunjukkan bahwa tanggung jawab Pemerintah Daerah untuk mewujudkan daerah ini menjadi Kabupaten Layak Anak diperlukan dukungan secara terpadu lintas pemangku kepentingan baik unsur pemerintah, masyarakat dan pihak swasta. Selain itu, pemerintah daerah telah menerbitkan beberapa regulasi daerah untuk mendukung upaya tersebut antara lain Perda No. 1 Tahun 2014 tentang sistem perlindungan anak, Perda No. 8 Tahun 2014 tentang inisiasi menyusui dini dan ASI eksklusif, Perda No. 12 Tahun 2016 tentang pengarusutamaan gender, Perda No. 4 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan program Kab/Kota sehat dan Perda No. 5 Tahun 2017 tentang penyandang disibilitas.

Sebelum mengakhiri sambutannya Kepala Bappeda juga berharap bahwa forum anak kabupaten bone nantinya dapat membantu pemerintah daerah untuk mengsosialisasikan serta mengedukasi anak dan orang tua untuk meminimalkan kasus pernikahan dibawah umur, anak putus sekolah agar segera melanjutkan pendidikanya kembali, kasus narkoba, HIV-AIDs, kekerasan seksual bagi anak, KDRT, dan banyak kasus lain yang menjadikan anak sebagai obyek kekesaran.

Adapun tema forum Musrenbang Anak ini adalah MENGAGAS MASA DEPAN ANAK BONE, mudah-mudahan ini menjadi momentum awal kebangkitan anak-anak bone, aspirasi dan suara anak penting untuk didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah, aspirasi dan suara anak hari ini mencerminkan kebutuhan dan keinginan anak-anak bone untuk mendapatkan perlindungan, keadilan dan kesetaraan dalam pembangunan, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatan hasil pembangunan di daerah ini dapat mencerminkan hasil-hasil pembangunan yang ramah terhadap anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *