BAPPEDA KAB. BONE


Kembali ke Berita

Orientasi Pendataan SIPBM ATS

Diunggah pada 2020-10-24 22:17:40


Kepala Bappeda Kabupaten Bone Dr. Ade Fariq Ashar, S.STP, M.Si membuka acara Orientasi Pendataan SIPBM ATS bagi operator Desa dan Help Desk SIPBM Kabupaten yang merupakan bagian dari Program Gerakan Masyarakat Lisu Massikola (Gemar Limas) yang dilaksanakan di Hotel Novena (24/10/2020) dengan peserta terdiri dari perwakilan OPD Bappeda, Dinas Pendidikan, DPMD, Kementerian Agama, Dinas Kominfo dan masing-masing 2 orang pendata dari 33 desa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kerjasama Pemkab. Bone, UNICEF dan LPP Bone dibawah koordinasi Bappeda Kab. Bone. 
Kepala Bappeda pada sambutan menyampaikan bahwa IPM Kabupaten Bone peringkat ke 23 dari 24 Kabupaten/Kota di Sul Sel, penyebab utamanya adalah tingginya angka putus sekolah kita. 
Lanjut Dr. Ade Fariq, tahun ini kita akan mengembalikan 5.000 anak kembali bersekolah melalui program gerakan masyarakat lisu massiloka paimeng, dan akan terus melakukan monitoring terhadap anak-anak yang putus sekolah, apalagi dimasa pandemi covid 19 ini anak-anak sangat rentang dan beresiko putus sekolah. 
Wabah atau pandemi Covid-19 telah berdampak pada kehidupan pendidikan kita, salah satunya terhadap risiko munculnya Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus
Sekolah (ABPS). Ada beberapa hal penyebabnya, pertama, pola penularan Covid-19 yang 
melalui kontak manusia ke manusia (people to people) menuntut adanya penerapan 
kebijakan larangan berkerumun, berkumpul dan kebijakan penjarakan sosial (social 
distancing). Dampak ikutannya, proses pendidikan atau belajar-mengajar dalam kelas ditiadakan dan berganti ke proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kedua, kegiatan PJJ, secara tidak langsung menuntut effort pengeluaran rumah tangga lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga berisiko pada goncangnya ekonomi rumah tangga, khususnya rumah tangga miskin. 
Dalam kondisi demikian, maka biaya pendidikan juga akan terpengaruh. Jika pos belanja pendidikan dalam rumah tangga sudah goncang, maka perhatian RTM terhadap anggota keluarganya yang masih bersekolah akan menurun. Ketiga, ketegangan psikologis anak bersekolah hingga hubungan anak didik dengan guru/pendidik dalam pembelajaran 
daring berpotensi memicu pelemahan daya juang anak untuk menjalani proses pendidikan dengan baik.
Kita menuju sistem satu data, kehadiran SIPBM sangat tepat dan sangat membantu pengambil kebijakan untuk merumuskan program kegiatan yang harus diintervensi dan tepat sasaran mulai dari level pemerintah desa sampai pemerintah pusat, saya harap bapak/ibu pendata mengikuti kegiatan ini dengan optimal serta melakukan pendataan secara obyektif. Tutur Kepala Bappeda Bone. 

Kembali