BAPPEDA KAB. BONE


Kembali ke Berita

Kab. Bone terbaik pertama dan paling inspiratif Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Sul Sel

Diunggah pada 2020-10-19 15:41:29


Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Menurut WHO stunting ini masih sering ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia.

Secara kasat mata, stunting dapat dilihat dari keadaan tubuh seorang anak yang mengalami pertumbuhan terhambat sehingga menjadi pendek atau sangat pendek.

Dalam definisi WHO, anak-anak dimasukkan dalam golongan pendek “KERDIL” jika tinggi rasio tinggi badan dan berat badan mereka lebih rendah dua poin dari Standar Pertumbuhan Anak yang ditetapkan WHO.

Sementara anak dalam golongan SANGAT PENDEK (severely stunted) jika skornya kurang dari tiga poin. Standar ini juga menjadi acuan pemerintah Indonesia lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak.

Stunting terjadi sejak janin berkembang dalam kandungan. Ibu yang kekurangan gizi akan berpotensi melahirkan bayi yang berkembang dengan kondisi stunting. Saat dilahirkan memang bayi tak akan terlihat stunting, akan tetapi saat usia bayi menginjak dua tahun stunting akan tampak pada anak. Tak hanya menghambat pertumbuhan tubuh, stunting juga berpengaruh pada kemampuan kognitif anak.

Lebih jauh lagi, stunting juga bisa mengancam jiwa anak bila dibiarkan tanpa ada penanganan khusus memperbaiki kondisi stunting tersebut. Pada bayi, usaha mencegah stunting dilakukan saat masih dalam kandungan hingga menginjak usia dua tahun.

Angka stunting di Kabupaten Bone tahun 2018 sebanyak 40,1 persen dari seluruh jumlah penduduk, sedang tahun 2019 mengalami penurunan sekitar 4 persen, yaitu sebanyak 37 persen, sehingga Kabupaten Bone ditetapkan sebagai salah satu daerah yang berhasil dalam pencegahan dan penurunan stunting di Sulawesi Selatan. Meski demikian pemerintah Kabupaten Bone tidak berhenti sampai disitu dan tidak main-main dalam upaya penanganan stunting. Terbukti melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor : 2342/X/Tahun 2020 Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Kabupaten Lokus Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020, Bone kembali ditetapkan sebagai Kabupaten dengan penilaian kinerja terbaik dan paling inspiratif.

Alhamdulillah, ini juga salah upaya untuk untuk meningkatkan pencapaian IKU Kabupaten Bone yaitu IPM dan terima kasih atas arahan dan bimbingan Bapak Bupati Bone dan terima kasih Tim Stunting Kabupaten atas kerjasama solidnya. Tutur Kepala Bappeda Kab. Bone DR. Ade Fariq Ashar, S.STP, M.Si.

 

 

Kembali