BAPPEDA KAB. BONE


Kembali ke Berita

Wakil Bupati Bone Buka Kegiatan District Multi-Stakeholder Forum Program Yess PPIU Wilayah Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone

Diunggah pada 2020-10-01 11:57:54


Bertempat di Ruang Pertemuan Bappeda Kabupaten Bone, Kegiatan District Multi-Stakeholder Forum Program Yess PPIU Wilayah Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone diadakan pada hari Selasa (29/9/2020)

Wakil Bupati Bone  Drs. H. Ambo Dalle, MM membuka forum ini dan didampingi oleh Kepala Bappeda Bone Dr. Ade Fariq Anshar, S.STP., M.Si dan Kepala Dinas Pertanian Bone  Ir. H. Sunardi Nurdin, M.Si. 

Kegiatan yang menghadirkan perwakilan penyuluh diseluruh BPP di Kabupaten Bone, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), Perangkat Daerah  Kabupaten Bone, serta dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini turut dihadiri oleh Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ir. Syaifuddin, MP. 

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi karena telah memilih Kabupaten Bone sebagai salah satu lokus fokus dalam Program Yess. “Kami selaku pemerintah Kab. Bone berkomitmen untuk mendukung penuh program ini agar visi dan misi Program Yess dapat tercapai” ujarnya. 

“Pemilihan Kabupaten Bone sebagai lokus Program Yess adalah pilihan yang sangat tepat melihat prestasi kabupaten bone di sektor pertanian patut diperhitungkan. Kabuapten Bone berhasil menduduki peringkat ke-7 Nasional sebagai kabupaten penghasil beras dengan kontribusi sektor pertanian pada
PDRB melebihi angka 40%. Prestasi inilah yang akan menaikkan popularitas kabupaten bone dalam melahirkan akademisi dan praktisi di bidang pertanian.” Tutup Ambo Dalle.

Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ir. Syaifuddin, MP menilai bahwa Kabupaten Bone adalah kabupaten yang memiliki potensi besar dalam melahirkan petani-petani milenial yang sukses, melihat potensi komoditas pertanian dan peternakan di Kabupaten Bone sangat besar.

Tentunya ini tidak lepas dari dukungan Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Bahkan SYL optimis dengan semangat para pemuda dalam upaya penumbuhan sektor pertanian di Indonesia. SYL, sapaan akrabnya, yakin sektor pertanian merupakan bidang usaha yang sangat prospektif.

Apalagi jika penggerak sektor pertanian adalah para pemuda milenial. Didukung teknologi modern. “Maka dunia dalam genggaman kalian. Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” tutur SYL saat video conference bersama Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) se-Indonesia beberapa waktu lalu.

SYL mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengatakan generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. “Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” ujarnya.

Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP/YESS) juga menjadi program andalan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka regenerasi petani. Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini.

Untuk itu Pemerintah Kab. Bone berharap agar Program Yess ini mampu menyerap tenaga kerja dengan melihat fakta bahwa sektor pertanian adalah sektor yang memiliki potensi serapan tenaga kerja yang tinggi.

Kembali