BAPPEDA KAB. BONE


Kembali ke Berita

Bappeda Fasilitasi Proses Penentuan Sekolah Program PROSPER

Diunggah pada 2020-08-26 10:44:27


Memilih sekolah yang akan mendapatkan manfaat langsung Program PROSPER membutuhkan proses yang terukur dan partisipatif, untuk itu Bappeda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam lingkup pemerintah daerah kabupaten Bone dengan dukungan Yayasan Care Peduli (YCP) dan Cargill melakukan rangkaian kegiatan seleksi sekolah yaitu survey dan workshop penentuan sekolah. 

Kegiatan survey  dilakukan pada tanggal 18 - 19 Agustus 2020 dengan  kunjungan dan penilaian ke 18 SD dan MI usulan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone di wilayah kecamatan Lamuru dan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana kondisi sekolah terutama aspek ketersediaan air, WC, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kantin dan jajanannya, dan kebun sekolah.

Pada kegiatan ini, penilaian dilakukan oleh perwakilan Pemda Bone dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, dan Staf YCP.

Kegiatan survey itu kemudian dirangkaikan dengan workshop yang diisi dengan pemaparan dan pembahasan data hasil survey terhadap sekolah. Workshop yang berlangsung di Hotel Novena Watampone pada tanggal 24 Agustus 2020 ini diikuti oleh tim penilai dari berbagai OPD dalam lingkup pemerintah daerah Kabupaten Bone.

Kepala Bidang Ekonomi (A. Hendra Setiawan) yang mewakii Kepala Bappeda Kabupaten Bone mengatakan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal yang akan mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan Program PROSPER di Kabupaten Bone. Untuk itu semua aspek dalam pemilihan sekolah harus dipertimbangkan, bukan hanya kondisi fisik sekolah yang bersangkutan tapi juga kondisi kelembagaan dan komitmen sekolah untuk mendukung keberlangsungan program juga harus diperhitungkan.

Secara keseluruhan kegiatan survey dan workshop penentuan sekolah yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini telah menghasilkan rekomendasi berupa 6 sekolah dasar yang dianggap layak untuk ditingkatkan kondisi air dan sanitasinya melalui program PROSPER secara langsung dan diharapkan menjadi percontohan untuk peningkatan kualitas manusia dan pendidikan di Kabupaten Bone.

 

Kembali