Musrenbang Anak Bone Lebih Inklusif dan Inovatif dengan Implementasi Program U-Report

Musrenbang Anak Kabupaten Bone yang diadakan oleh Pemerintah Daerah melalui Bappeda Bone (24/02/2019)  di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, namun ada hal menarik dalam kegiatan tersebut yakni di layar ditampilkan bukan hanya lirik lagu namun pula dilengkapi dengan panduan Bahasa Isyarat untuk mengakomodir anak-anak disabilitas khususnya tunarungu yang hadir sebagai peserta.
“Kami memang mendorong di Musrenbang Anak ini untuk lebih inklusif dengan melibatkan lebih banyak anak baik anak disabilitas, anak putus sekolah, anak rentan, perwakilan anak suku Bajo, pesantren dan perwakilan anak dari setiap kecamatan. Tahun ini pula bekerjasama dengan UNICEF Indonesia kami menggunakan inovasi teknologi U-Report untuk mendapatkan suara anak dalam pembangunan secara online via sosial media, hal ini tentu sejalan dengan salah satu hak anak yakni peran dalam pembangunan” ungkap Kepala Bidang Sosbud Bappeda, Ibu Hj. Sidar.

Lebih lanjut kegiatan Musrenbang anak yang di gelar di Wisma Tirta Kencana ini di buka langsung oleh Bapak Wakil Bupati Bone ini mengharapkan agar anak-anak lebih berani dan percaya diri dalam mengungkapkan aspirasinya untuk mendukung pembangunan di Bone. Dalam kegiatan ini, anak-anak di pandu oleh fasilitator untuk saling berbagi dalam diskusi kelompok mengenai kekhawatiran, pengalaman terbaik dan diakhiri dengan menggambarkan kampung impian masing-masing peserta.
Salah satu peserta disabilitas dari SMPLB YPAB Mare, Roy Martin mengungkapkan bahwa dia sangat senang sekali dilibatkan dalam Musrenbang Anak ini karena ini adalah pengalaman pertama dan bisa memiliki banyak teman serta berkomunikasi dengan Bahasa isyarat. Salah satu usulan Roy dalam kampung impian yakni adanya Ruang Keterampilan Bahasa Isyarat di sekolahnya.
Setelah semua peserta mempresentasikan kampung impiannya, kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi 10 Hak Anak berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989 yang di pandu oleh Forum Anak Kabupaten Bone. Dengan suara lantang dan dengan Bahasa isyarat, semua peserta menyampaikan 10 hak anak berikut:

1. Hak untuk bermain
2. Hak untuk mendapatkan pendidikan
3. Hak untuk mendapatkan perlindungan
4. Hak untuk mendapatkan nama (identitas)
5. Hak untuk mendapatkan status kebangsaan
6. Hak untuk mendapatkan makanan
7. Hak untuk mendapatkan akses kesehatan
8. Hak untuk mendapatkan rekreasi
9. Hak untuk mendapatkan kesamaan
10. Hak untuk berperan dalam pembangunan

Implementasi Program U-Report dan Usulan Prioritas Anak
Jajak pendapat dilakukan menggunakan U-Report untuk bisa mendapatkan masukan dari anak muda di Bone, Sulawesi Selatan. Jajak pendapat ini terkait aspirasi anak dalam pembangunan yang dilaksanakan pada tanggal 15-21 Februari 2019. Ada 183 anak muda yang tergabung dan menyuarakan pendapatnya. Hasil dari jajak pendapat ini lalu di kombinasikan dengan masukan peserta Musrenbang Anak, berikut ini usulan prioritas anak:
1. Tersedianya tempat bermain ramah anak
2. Tersedianya bus sekolah untuk menunjang akses ke sekolah dan pedestrian bagi pejalan kaki.
3. Tersedia perpustakaan di sekolah dan taman baca di masyarakat.
4. Tidak ada bullying dan kekerasan lainnya baik di rumah, sekolah dan lingkungan.
5. Terdapat banyak kegiatan positif atau pelatihan keterampilan.
6. Kesempatan yang sama bagi anak disabilitas dan rentan dalam berpartisipasi.
7. Infrastruktur yang merata seperti akses jalan, sarana pengembangan bakat dan olahraga
8. Stop pernikahan usia anak.
9. Ada WC Umum dan sanitasi yang layak serta penanggulangan sampah.
10. Stop penggunaan obat-obat terlarang
11. Mengaktifkan organisasi di masyarakat seperti karang taruna, remaja masjid dan forum anak di setiap desa.
12. Perbaikan sistem pendidikan / kurikulum agar memperhatikan waktu istrahat anak dan hak bermain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *