Pemanfaatan Teknologi sebagai Alat Menuju Pemerataan dalam Dunia Kerja

 Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menghadiri kunjungan kerja yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan dalam seminar international yang bertema “Inequality and The Role of Technology in Shaping the Future Work”, di Yogyakarta, pada Selasa (23/1). Menteri Bambang menyampaikan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai alat untuk menuju pemerataan dalam dunia kerja di masa mendatang. Meningkatnya pengguna internet saat ini dapat dijadikan jalan untuk mendukung pembangunan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas masyarakat. “Dalam era yang serba digital saat ini, tantangan yang kita hadapi bukan hanya sebatas terhadap masing-masing individu, melainkan juga tantangan dalam pembangunan ekonomi seperti halnya bagaimana kita menghadapi pesatnya kemajuan teknologi bersamaan dengan isu yang berkembang saat ini, misalnya masalah kemiskinan dan ketimpangan,” ujar Menteri Bambang.

Masalah ketimpangan atau ketidaksetaraan merupakan sebuah fenomena global yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia, bahkan negara maju seperti AS dan Eropa Barat sekalipun. Masalah ini perlu mendapat perhatian yang serius karena dapat membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Berdasarkan analisa pemerintah, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketidaksetaraan, diantaranya ketimpangan kesempatan, kesenjangan ekonomi yang terpusat pada sebagian kecil masyarakat, rendahnya ketahanan terhadap bencana dan kerentanan jatuh ke dalam kemiskinan, dan ketidaksetaraan melalui pasar tenaga kerja.

Di Indonesia, pertumbuhan jumlah pengguna internet dalam lima tahun terakhir sangat signifikan. Kondisi tersebut akan sangat menguntungkan, apabila digunakan sebagai faktor pendorong pembangunan ekonomi dengan cara meningkatan produktivitas. Sebaliknya, kondisi tersebut juga dapat menurunkan produktivitas masyarakat, apabila digunakan sebatas untuk media bersosialisasi. “Berdasarkan studi yang dilakukan oleh McKinsey tahun 2016, ada sebanyak 52,6 juta pekerjaan yang berpotensi besar untuk diganti, 60 persen pekerjaan akan mengunakan sistem automatisasi, dan 30 persen pekerjaan di dunia akan digantikan mesin dengan teknologi tinggi. Di sisi lain teknologi digital juga menstimulasi produktivitas ekonomi. Diprediksi dalam tujuh tahun ke depan akan muncul 3,7 juta lapangan kerja baru dan peningkatan total pendapatan e-commerce sebesar enam juta dollar di Indonesia,” jelas Menteri Bambang.

Dalam seminar yang dihadiri oleh delegasi dari negara-negara G20, organisasi international, kementerian/lembaga, dan akademisi, Menteri Bambang juga menjelaskan kuatnya relasi pendapatan per kapita masyarakat dengan penetrasi internet. Untuk itu, pemerintah merencanakan untuk memperkuat koneksi di beberapa daerah khususnya di bagian timur Indonesia, utamanya Papua. Menteri Bambang berharap pada 2019, koneksi tersebut akan dapat ditingkatkan dengan selesainya pembangunan sistem fiber optik nasional di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *